Pengertian Thoriqoh/Tasyawuf

Dalam dunia tsawauf seringkali dikenal istilah thoriqoh, yang berarti jalan, yakni jalan untuk mencapai keridho'an Allah SWT. Dengan pengertian ini bisa digambarkan, adanya kemungkinan banyak jalan, sehingga sebagian sufi menyatakan aturuk biadadi anfasill makhluk, yang artinya jalan menuju Allah SWT itu sebanyak hitungan nafas makhluk, aneka ragam dan bermacam-macam. Kendati demikian orang yang hendak menempuh jalan tersebut haruslah berhati-hati, karena dinyatakan pula " faminha mardudah waminha maqbulah" yang artinya dari sekian banyak jalan, ada yang sah dan adapula yang tiadak sah, ada yang diterima adapula yang tidak diterima. Yang dalam istilah ahli thoriqoh disebut mu'tabaroh wa ghoiru mu'tabaroh.

Awalnya thoriqoh dari Nabi yang menerima wahyu dari Allah SWT melalui malaikat Jibril AS. Jadi semua thoriqoh yang mu'tabaroh itu sanadnya (silsilahnya) muttashil (bersambung) sampai kepada nabi Muhammad SAW. Kalau suatu thoriqoh sanadnya tidak sampai hingga ke Nabi Muhammad SAW, maka thoriqoh tersebut tidak sah (ghoiru mu'tabaroh). Barometer lain untuk menentukan ke-mu'tabaroh-an suatu thoriqoh adalah pelaksanaan syari'at. Dalam semua thoriqoh syari'at dilaksanakan secara benar dan ketat.

Thoriqoh adalah jalan atau cara atau metode.
Semua ibadah ada cara atau metodenya; sholat, puasa, zakat, haji semuanya ada metodenya dan cara-cara itu dinamakan Thoriqoh.
(Sumber: Pengajian Minhajul 'abidin, 10 R. AKhir 1422 H)


DASAR THORIQOH

“Dan jika manusia tetap pada suatu Thoriqoh, pasti mereka akan mendapatkan air yang menyegarkan”. (Qs: Al Jin 16)

Berdasarkan Qs: Al Jin 16, ajaran Thoriqoh adalah ajaran agama Islam, bukan ajaran Ulama’ Salaf (Ulama pertengahan setelah para sahabat), sebagaimana anggapan sebagian kecil ummat Islam. Ajaran Thoriqoh itu dititikberakan kepada ajaran Dzikrulloh. Masalah Dzikrulloh telah di contohkan atau diajarkan oleh Nabi Besar Muhammad SAW. Tersebut di dalam al-Qur’an :

Sungguh ada bagi kamu di dalam diri Rosul itu contoh yang bagus, bagi siapa saja yang ingin bertemu Alloh dan hari akhir, maka Dzikirlah kepada Alloh yang sebanyak-banyak- nya”. (Qs: Al-Ahzab : 21)

Ajaran Thoriqoh / Dzikrulloh ini adalah ajaran yang bersifat khusus, artinya tidak akan diberikan / diajarkan kepada siapa saja, selama orang itu tidak memintanya. Oleh sebab itu untuk menerima ajaran Thoriqoh/Dzikrulloh ini harus melalui Bai’at, tersebut di dalam al-Qur’an surat:
“Sesungguhnya orang-orang yang BAIAT kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka BAIAT kepada Alloh” (Qs: Al Fath : 10)

Diantara thoriqoh mu'tabaroh adalah sebagai berikut:

THORIQOH SYATARIYAH

Thoriqoh Syatariah, pertama kali digagas oleh Abdullah Syathar (w. 1429 M). thoriqoh Syatariyah berkembang luas ke tanah suci (Mekah dan Madinah) dibawa oleh Syekh Ahmad Al Qusyasi (w. 1661/1082) dan Syekh Ibrahim Al Kurani (w. 1969/1101). Dan kemudian dieruskan oeh Syekh 'Abd Al Rauf Al Sinkili ke nusantara, kemudian dikembangkan oleh muridnya Syekh Burhan Al Din ke Minangkabau.

Thoriqoh Syatariyah sesudah Syekh Burhan Al Din, berkembang menjadi 4 keompok yakni: pertama silsialh yang diterima dari Imam Maulana. Kedua, silsilah dari Tuan Kuning Syahril Lutan Tanjung-Medan Ulakan. Ketiga, silsilah dari Tuanku Ali Bakri di Sikabu Ulakan. Keempat, silsilah oleh Tuanku Kuning Zubir yang ditulis dalam kitabnya yang berjudul Syifa' Al Qulub. Thoriqoh ini berkembang di daerah Minangkabau dan sekitarnya.

Untuk mendukung kelembagaanthoriqoh, kaum syatariyah membuat lembaga formal berupa oraganisasi sosia keagamaan Jama'ah Syatariyah Sumatera Barat, dengan cabang dan ranting-ranting di seluruh wilayah Minangkabau, bahkan di Provinsi tetangga Riau dan Jambi. Bukti kuat dan kokohnya kelembagaan Thoriqoh Syatariyah dapat ditemukan wujudnya pada kegiataan ziarah bersama ke makam Syekh Burhan Al Din Ulakan.

THORIQOH NAQSYABANDIYAH

Peletak dasar Thoriqoh Naqsyabandiyah ini adalah Al-Arif Billah Asy Syaikh Muhammad bin Muhammad Bahauddin Syah Naqsyabandi Al-Uwaisi Al- Bukhori radliallahu anhu (717-865 H) .

Dijelaskan oleh Syaikh Abdul Majid bin Muhammad Al Khoniy dalam bukunya Al-Hadaiq Al-Wardiyyah bahwa thoriqoh Naqsabandiyyah ini adalah thoriqohnya para sahabat yang mulia radliallahu anhum sesuai aslinya, tidak menambah dan tidak mengurangi. Ini merupakan untaian ungkapan dari langgengnya (terus menerus) ibadah lahir batin dengan kesempurnaan mengikuti sunnah yang utama dan ‘azimah yang agung serta kesempurnaan dalam menjauhi bid’ah dan rukhshah dalam segala keadaan gerak dan diam, serta langgengnya rasa khudlur bersama Allah SWT. mengikuti Nabi SAW. dengan segala yang beliau sabdakan dan memperbanyak dzikir qalbiy.

Dzikirnya para guru Naqsyabandiyah adalah Qalbiyah (menggunakan hati). Dengan itu mereka bertujuan hanya kepada Allah SWT. semata dengan tanpa riya’, dan mereka tidak mengatakan suatu perkataan dan tidak membaca suatu wirid kecuali dengan dalil atau sanad dari kitab Allah SWT. atau sunnah Nabi Muhammad SAW.

Asy-Syaikh Musthofa bin Abu Bakar Ghiyasuddin An-Naqsyabandiy menyatakan dalam risalahnya Ath Thoriqoh An-Naqsabandiyah Thoriqoh Muhammadiyah bahwa thoriqoh ini memiliki tiga marhalah;

a. Hendaklah anggota badan kita berhias dengan dhohirnya syari’ah Muhammadiyah.

b. Hendaklah jiwa- jiwa kita bersih dari nafsu-nafsu yang hina, yaitu hasad, thama’, riya, nifaq, dan ‘ujub pada diri sendiri. Karena hal itu merupakan sifat yang paling buruk dan karenanya iblis mendapatkan laknat.

c. Berteman dengan shodikin (orang-orang yang berhati jujur)

Thoriqoh Naqsyabandiyah ini mempunyai banyak cabang aliran thoriqoh di Mesir, Turki, juga Indonesia.

Sementara Thoriqoh Naqsyabandiyah masuk ke nusantara dan Minangkabau pada tahun 1850. thoriqoh Naqsyabandiyah sudah masuk ke Minangkabau sejak abad ke 17, pintu masuknya melalui daerah pesisir Pariaman, kemudian terus ke Agamdan Limapuluh kota. Thoriqoh Naqsyabandiyah diperkenalkan ke wilayah ini pada paruh abad ke 177 oleh Jamal Al Din, seorang Minangkabau yang mula-mula belajar di Pasai sebelum dia melanjutkan ke Bayt Al Faqih, Aden, Haramain, Mesir dan India.

Naqsyabandiyah merupakan salah satu thoriqoh sufi yang paling luas penyebarannya dan terdapat banyak wilayah Asia Muslim serta Turki, Bosnia Herzegovina dan wilayah Volga Ural.

Bermula di Bukhara pada akhir abda ke 14, Naqsyabandiyah mulai menyebar ke daerah-daerah tentangga dunia muslim dalam kurun waktu 100 tahun. Perluasannya mendapat dorongan baru dengan muncunya cabang Mujaddidiyah , dinamai menurut SyekhAhmad Sirhindi Mujaddidi Afi Tsani (pembaru millennium kedua w. 19240. pada akhir abad ke 18 nama ini hampir sinonim dengan thoriqoh tersebut di seluruh Asia Selatan, wilayah Utsmaniyah dan sebagian besar Asia Tengah.

Cirri yang menonjol dari thoriqoh Naqsyabandiyah adalah diikutinya syari'at secara ketat, keseriusan dalam beribadah menyebabkan penolakan terhadap musik dan tari, serta lebih mengutamakan berdzikir dalam hati (Dzikir sirri).

Penyebaran thoriqoh Naqsyabandiyah Khalidiyah ditunjang oleh ulama-ulama Minangkabau yang menuntut ilmu di Mekah dan Madinah, mereka mendapat bai'at dari Syekh Jabal Qubays di mekah dan Syekh Muhammad Ridwan di Madinah. Misalnya, Syekh Abdurrahman di Batu Hampar-Payuakumbuh (w. 1899 M), Syekh Ibrahim Kumpulan Lubuk Sikaping, Syekh Khatib Ali Padang (w. 1936) dan Syekh Muhammad Sa'd Bonjol. Merekea adalah uama besar dan berpengarauh pada zamannya serta mempunyai anak murid mencapai ratusan ribu orang yang kemudian turut menyebarkan thoriqoh ini ke daerah asal mereka masing-masing.

Di Jawa Tengah thoriqoh Naqsyabandiyah khalidiyah disebarkan oleh KH. Abdul Hadi Girikusumo Mranggen yang kemudian menyebarkan ke Popongan-Klate, KH. Arwani Amin Kudus, KH. Abdullah Salam Kajen, Margoyoso-Pati, KH. Hafidh Rembang. Dari tangan mereka yang penuh berkah, pengikut toriqoh ini semakin berkembang menjadi ratusan ribu orang jemaah.

Ajaran dasar thoriqoh Naqsyabandiyah pada umumnya mengacu pada 4 aspek pokok, yaitu: sayri'at, Thariqat, Hakikat dan ma'rifat. Ajaran thoriqoh Naqsyabandiyah ini pada prinsipnya adalah cara-cara atau jalan yang harus dilakukan oleh orang yang ingin merasakan nikmatnya dekat dengan Allah SWT. Ajaran yang nampak ke permukaan dan memiliki tata aturan adalah khalwat atau suluk. Khalwat adalah mengasingkan diri dari keramaian guna melakukan dzikir dibawah bimbingan seorang Syekh (mursyid) atau khalifahnya selama 10 hari atau 20 hari dan sempurnanya adalah 40 hari.

Tata cara khalwat ditentukan oleh syekh antara lain: tidak boleh makan daging, ini berlaku setelah melewati masa suluk selama 20 hari. Juga dilarang berhubungan suami-istri, makan dan minum juga diatur sedemikian rupa. Waktu dan semua pikiran diarahkan untuk berpikir yang telah ditentukan oleh mursyidnya.

THORIQOH AHMADIYAH

Thoriqoh Ahmadiyah didirikan oleh Ahmad ibn Aly' (Al Husainy A Badawy). Diantara nama-nama gelaran yang telah diberikan kepada beliau adalah: Syihabuddin, AlAqthab, Abu Al Fityah, Syaikh Al A'rab dan Al Quthab An Nabawy. Malah Asy Syaikh Ahmad Al Badawy telah diberikan nama gelar yang banyak, sampai 29 nama, diantaranya: Al Gautha, Al Kabir, Al Quthab, Al Syahrir, Shahibul Barokah wal karomah. Beliau adalah ulama dari golongan dzuriyatur Rasulullah SAW, melalui Sayyidina Al Husain. Sholawat badawiyah sughro dan kubro yang amat dikenal masyarakat Indonesia, dinisbatkan kepada beliau, akan tetapi thoriqoh bdawiyah sendiri tidak berkembang secara luas di Indonesia, khusunya di daerah Jawa.

THORIQOH SYADZALIYAH

Abul Hasan Ali Asy Syadzili, merupakan tokoh pengagas thoriqoh Syadzaliyah yang tidak meninggalkan karya tulis dalam bidang tasawuf, begitu juga dengan muridnya Abul Abbas Al Mursi, kecuali hanya ajaran lisan tasawuf, do'a dan hizib. Ketika ditanya tentang hal itu, ia menegaskan: "karyaku adalah murid-muridku". Syekh Syadzili memeiliki murid yang amat banyak dan kebanyakan dari mereka adalah dari golongan ulama-ulama masyhur pada zamannya dan bahkan dikenal dan dibaca karya tulisnya hingga saat ini.

Ibnu Atha'illlah As Sukandari adalah orang pertama yang menghimpun ajaran-ajaran, pesan-pesan, do'a-do'a dan biografi keduanya, sehingga kasanah thoriqoh Syadziliyah tetap terpelihara. Ibn Atha'illah juga orang yang pertama kali menyusunkarya paripurna tentang aturan-aturan thoriqoh Syadziliyah, pokok-pokoknya, prinsip-prinsipnya, yang menjandi referensi angkatan selanjutnya.

Sebagai ajaran thoriqoh ini dipengaruhi oleh Al Ghazali dan Al Maliki. Salah satu pesan beliau kepada murid-muridnya: "jika kalian mengajukan suatu permohonan kepada Allah, maka sampaikan melalui (wasilah) Abu Hamid Al Ghazali". Perkataan lainya adalah: "kitab ihya' ulumudin, karya Al Imam Ghazali mewarisi anda ilmu. Sementara Qut Al Qulub, karya Al Imam Maliki mewarisi anda cahay". Selain kedua kitab tersebut, Al muhasibi, Khatam Al Auiya', karya Al Imam Tirmidzi, Al Mawaqif wa Al Mukhatabah karya An Niffari, Asy Syifa karya Qadhi' Iyad, Ar Risalah karya Al Qusyairi, Al Muharrar Al Wajiz karya Ibn Atha'illah.

Thoriqoh Sydzaliyah berkembang pesat di Jawa, tercatat di Ponpes Mangkuyudan-Solo, Kyai Umar, Simbah Kyai Dalhar Watucongol, Simbah Kyai Abdul Malik Kedungparo-Purwokerto, KH. Abdul Jalil Tulung Agung, KH. Habib Luthfi Al Yahya Pekalongan, Simbah Kyai M. Idaris Kacangan-Boyolali adalah para pemuka Syadzaliayah yang telah memberikan bai'at kepada ratusan ribu bahkan jutaan murid thoriqoh Syadzaliyah.

THORIQOH QODHIRIYAH

Thoriqoh Qodhiriyah dinisbatkan kepada Syekh Abdul Qadir Al Jilany (wafat 561 H / 1166 M) yang bernama lengkap Muhy Al Din Abu Muhammad Abdul Qodir ibn Shalih Zango Dost Al Jilany, lahir di Jilan 470 H / 1077 M dan wafat di Baghdad pada tahun 561 H / 1166 M. dalam usia 8 tahun beiau sudah meninggalkan Jilan menuju Baghdad pada tahun 488 H / 1095 M. Riwayat hidup dan akhlaq (manaqib) Syekh Abdul Qodir Al Jilany dikenal luas oleh masyarakat Indonesia khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur dan dibaca dalam acara-acara tertentu guna tabaruk dan tawassul kepada Syekh Abdul Qodir Al Jilany.

Thoriqoh Qodhiriyah terus berkembang dan berpusat di Iraq dan Syiria yang diikuti oleh jutaan umat yang tersebar di Yaman, Turki, Mesir, India, Afrika dan Asia. Namun meski sudah berkembang sejak abad ke 13 thoriqoh ini baru terkena di dunia pada abad ke 15 M. Di India misalnya baru berkembang setelah Muhammad Ghaws (w. 1517 M) juga mengaku keturunan Syekh Abdul Qodir Al Jilany. Di Turki oleh Ismail Rumi (w. 1041 H/1613M) yang diberi gelar mursyid kedua. Sedangkan di Mekah, thoriqoh Qodhiriyah sudah berdiri sejak tahun 1180H/1669 M.

Thoriqoh Qodhiriyah ini dikenal luwes, yaitu bila murid sudah mencapai derajat Syekh, maka murid tidak mempunyai keharusan untuk terus mengikuti thoriqoh gurunya. Bahkan dia berhak melakukan modifikasi thoriqoh yang lain ke dalam thoriqohna. Hal itu seperti tampak dalam ungkapan Syekh Abdul Qodir Al Jilany sendiri: " bahwa murid yang sudah mencapai derajat gurunya, maka dia jadi mandiri sebagai Syekh dan Allah-lah yang menjadi walinya untuk seterusnya".

Seperti halnya thoriqoh di Timur Tengah, sejarah thoriqoh Qodhiriyah di Indonesia juga berasal dari Mekah. Thoriqoh Qodhiriyah menyebar ke Indaonesia pada abad ke 16, khusunya di daerah Jawa. Seperti di pesantren Pegentongan Bogor-Jawa Barat, Mranggen Jawa Tengah, Rejoso Jombang-Jawa Timur. Dan pesantren Tebu Ireng Jombang-Jawa Timur. Syekh Khatib Sambas yang bermukim di Mekah, merupakan ulama yang paling berjasa dalam penyebaran thoriqoh Qodhiriyah. Murid-murid Syekh Sambas berasal dari Jawa dan Madura, setelah pulang ke Indonesia beliau menjadi penyebar thoriqoh Qodhiriyah.

Di Jawa Tengah thoriqoh Qodhiriyah wan Naqsyabandiiyah muncul dan berkembang antara lain dari Mbah Ibrahim Brumbung, Mranggen. Dari KH. Muslih pendiri Ponpes Futuhiyah Mranggen. Dari Kyai Muslih ini lahir murid-murid thoriqoh yang banyak. Dan dari tangan mereka berkembang menjadi ratusan pengikut. Demikian pula halnya Simbah Kyai Siradj Solo yang mengembangkan thoriqoh ini ke berbagai tempat melalui anak murid beliau yang tersebar ke pelosok Jawa Tengah hingga mencapai puluhan ribu pengikut.

Sementara di Jawa Timur thoriqoh ini dikembangkan oleh KH. Musta'in Romli Rejoso Jombang dan Simbah Kyai Ustman Al Ishaqi yang kemudian diteruskan oleh putra beliau KH. Ahmad Asrori yang juga memiliki ribuan murid. Di Jawa Barat tepatnya di Ponpes Suryalay, Tasikmalaya juga turut andil membesarkan thoriqoh ini sejak mulai zaman Abah Sepuh hingga Abah Anom dan murid-muridnya yang tersebar di berbagai penjuru Jawa Barat.

THORIQOH ALAWIYAH

Thoriqoh Alawiyah berbeda dengan thoriqoh-thoriqoh sufiyah pada umumnya. Perbedaan itu terletak pada prakteknya yang tidak menekankan segi riyadhoh (olah ruhani) yang berat, melainkan lebih menekankan pada amal, akhlaq, serta beberapa wirid yang ringan. Sehingga wirid dan dzikir tersebut dapat dilakukan oleh siapapun meskipun tanpa dibimbing oleh seorang mursyid.

Ada dua wirid yang diajarkan dalam thoriqoh Alawiyah, yakni: ratib Al Lathif dan ratib AL Haddad serta beberapa ratib lainnya seperti ratib Alaydrus. Juga dapat dikatakan bahwa thoriqon ini adalah jalan tengah antara thoriqoh Syadziliyah dan thoriqoh Ghazaliyah.

Thoriqoh ini berasal dari Hadhramaut, Yaman Selatan dan tersebar hingga Afrika, India, dan Asia Tenggara (termasuk Indonesia. Thoriqoh ini didirikan oleh Imam Ahmad bin Isa Al Muhajir, seorang tokoh sufi terkemuka dari Hadhramaut. Al Imam Al faqih Al Muqodam Muhammad bin Ali Ba'alawi juga merupakan tokoh kunci dalam thoriqoh ini. Dalam perkembangannya kemudian, thoriqoh ini juga disebut thoriqoh Haddadiyah yang dinisbatkan kepada Al Habib Umar bin Abdullah Al Haddad, Attasiyah yang dinisbatkan kepada Al Habib Umar bin Abdurrahman Al Attas, disebut juga thoriqoh Ydrusiyah yang dinisbatkan kepada Habib Abdulah bin Abi Bakar Al Aydrus, selaku generasi penerus. Sementara nama "Alawiyah" berasal dari Imam Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajjir.

Athoriqoh Alawiyah secara umu adalah thoriqoh yang dikaitkan dengan kaum alawiyyin atau lebih dikenal sebagai sa'adah atau kaum Sayyid, keturunan Nabi Muhammad SAW yang merupakan lapisan paling atas dalam strata masyrakat Hadhrami. Karena itu, pada masa-masa awal thoriqoh ini didirikan, pengikut thoriqoh ini kebanyakan dari kaum sayyid di Hadhramaut. Dikenal pula sebagai thoriqotul abak wal ajdad, karena mata rantai silsilah yang turun temurun dari kakek ke ayah dan dilanjutkan kepada anak-anak mereka dan setelah itu diikuti oleh berbagai golongan masyarakat muslim lain dan non Hadhrami.

Di Purworejo dan sekitarnya thoriqoh ini berkembang pesat, diikuti bukan hanya oleh para saadah melainkan juga masyarakat biasa. Sayyid Dahlan Baabud tercatat pengembang athoriqoh ini yang sekarang dianjutkan oleh anak cucu beliau.

THORIQOH KHALWATIYAH

Umumnya nama sebuah thoriqoh diambil dari nama sang pendiri thoriqoh tersebut, seperti Qodhiriyah dari Syekh Abdul Qodir Al Jilany atau Naqsyabandiyah dari Syekh Bahaudin Naqsyabandi, tapi athoriqoh khawatiyah justru diambi dari kata "khalwat" yang maknanya menyendiri untuk merenung. Diambilnya nama ini dikarenakan seringnya Syekh Muhammad Al Khalwati (w. 717H), pendiri thoriqoh ini melakukan khalwat di tempat-tempat yang sepi. Secara "nasabiyah", thoriqoh ini merupakan cabang dari thoriqoh Az Zahidiyah, cabang dari Al Abhariyah dan cabang dari As Suhrawardiyah yang didirikan oleh Syekh Syihabuddin Abi Hafs Umar As Suhrawardi Al Baghdadi (539-632 H).

Thoriqoh Khalwatiyah berkembang secara luas di Mesir, dibawa oleh Musthafa Al Bakri, seorang penyair sufi asal Damaskus-Syiria. Ia mengambil thoriqoh tersebut dari gurunya Syekh Abdul Latif bin Syekh Husamuddin Al Halabi. Karena pesatna perkembangan thoriqoh ini di Mesir, tak heran jika Musthafa Al Bakri dianggap sebagai pendiri thoriqoh ini oleh para pengikutnya. Karena selain aktif menyebarkan ajaran Khalwatiyah ia juga banyak melahirkan karya sastra sufistik. Diantara karyanya yang terkenal adalah Tasliyat Al Ahzan (Pelipur Duka).

THORIQOH SYATTARIYAH

Thoriqoh Syattariyah adalah aliran thoriqoh yang pertama kali muncul di India pada abad ke 15, thoriqoh ini dinisbatkan kepada tokoh yang mempopulerkan dan berjasa mengembangkannya, Syekh Abdulah Asy Syattar. Awalnya thoriqoh ini lebih dikenal di Iran dan Transoksania dengan nama Isyqiyah. Sedangkan di wilayah Turki Utsmani, thoriqoh ini disebut Bistamiyah. Kedua nama tersebut diturunkan dari nama Abu Yasid Al Isyqi, yang dianggap sebagai tokoh utamanya. Thoriqoh Syattariyah tidak menganggap dirinya sebagai cabang dari persatuan sufi mana pun. Thoriqoh ini dianggap sebagai suatu thoriqoh yang memiliki karakteristik tersendiri dalam keyakinan dan prakteknya.

Perkembangan thoriqoh mistik thoriqoh ini ditujukan untuk mengembangkan suatu pandangan yang membangkitkan kesadaran akan Allah SWT di dalam hati, tetapi tidak kharus melalui tahap fana'. Pengikut thoriqoh Syattariyah percaya bahwa jalan menuju Allah SWT itu sebanyak gerak nafas makhluk. Tetapi jalan paling utama menurut thoriqoh ini adalah jalan yang ditempuh oleh kaum Akhyar, Abra dan Syattar. Seorang salik sebelum sampai pada tingkatan Syattar, terebih dulu harus mencapai tingkatan Akhyar, (orang-orang yang terpilih) dan Abrar (orang-orang yang terbaik) serta menguasai rahasia-rahasia dzikir. Untuk itu ada sepuluh aturan yang harus ditaati untuk mencapai tujuan thoriqoh ini, yakni: taubat, zuhud, tawakal, qana'ah, uzlah, muraqabah, sabar, ridha, dzikir dan musyahadah.

THORIQOH TIJANIYAH

Thoriqoh Tijaniyah didirikan oleh Abdul Abbas Ahmad bin Muhammad bin Al Mukhtar At Tijani (1732-1815). Salah seorang tokoh dari gerakan "neosufisme". Ciri dari gerakan ini adalah karena penolakannya terhadap sisi eksatik dan metafisis sufisme dan lebih menyukai pengalaman secara ketat ketentuan-ketentuan syari'at dan berupaya sekuat tenaga untuk menyatu dengan ruh Nabi Muhammad SAW sebagi ganti untuk menyatu dengan Allah SWT.

At Tijani dilahirkan pada tahun 1150/1737 di 'Ain Madi, bagian selatan Aljazair. Sejak umur 17 tahun dia sudah dapat menghafa Al Qur'an dan giat mempelajari ilmu-ilmu ke-Islaman lainnya, sehingga pada usianya yang masih muda dia sudah menjadi guru. Dia mulai bergaul dengan para sufi pada usia 21 tahun. Pada tahun 1176, dia melanjutkan belajar ke Abyad untuk beberapa tahun. Setelah itu dia kembali ke tanah kelahirannya. Pada tahun 1181, dia meneruskan pengembaraan intelektualnya ke Tilimsan selama 5 tahun.

Di Indonesia, Tijaniyah ditentang keras oleh ahlith thoriqoh lain. Gugatan keras dari kalangan ulama thoriqoh itu dipicu oleh pernyataan bahwa pengikut thoriqoh Tijaniyah beserta keturunannya hingga 7 generasi akan diperlakukan secara khusus di hari kiamat dan bahwa pahal yang diperoleh dari pembacaan Sholawat Fatih sama dengan membaca seuruh Al Qur'an 1000x. Lebih dari itu, para pengikut thoriqoh Tijaniyah diminta untuk melepaskan afiliasinya dengan para guru thoriqoh lainnya.

Meski demikian, thoriqoh ini masih terus berkembang, utamanya di Buntet-Cirebon dan seputar Garut-Jawa Barat dan Jatibarang-Brebes, Syekh Ali Basalamah dan kemudian dilanjutkan oleh putranya Syekh Muhammad Basalamah, adalah muqaddam Tijaniyah di Jatibarang, yang pengajian rutinnya diikuti oleh puluhan ribu jemaah. Demikian pula Madura dan ujung Timur Pulau Jawa, tercatat juga sebagai pusat peredarannya.

Penentangan terhadap thoriqoh Tijaniyah mereda setelah Jam'iyah Ahlith Thoriqoh An Nahdliyah menetapkan keputusan bahwa thoriqoh Tijaniyah bukanlah thoriqoh yang sesat. Karena amalan-amalannya sesuai dengan syari'at Islam. Keputusan itu diambil seteleah para ulama ahli thoriqoh memeriksa wirid dan wadzifah thoriqoh ini.

THORIQOH SAMANIYAH

Thoriqoh Samaniyah didirikan oleh Syekh Muhammad Samman yang bernama asli Muhammad bin Abd al Karim Al Samman Al Madani Al Qadiri Al Quraisyi dan lebih dikenal panggilan Samman. Beliau lahir di Madinah 1132 H/1718MM dan berasal dari keluarga quraisy. Semula beliau belajar thoriqoh Khalwatiyah di Damaskus, lama kelamaan beliau mulai membuka pengajian yang berisi tehnik dzikir, wirid dan ajaran teosofi lainnya. Ia menyusun cara pendekatan diri dengan Allah SWT yang akhirnya disebut thoriqoh samaniyah. Sehingga ada yang mengatakan bahwa thoriqoh Samaniyah adalah cabang dari thoriqoh Khalwatiyah.

Di Indonesia, thoriqoh ini berkembang di daerah Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Samaniyah masuk ke Indonesia pada penghujung abad 18 yang banyak mendapatkan pengikut Karena popularitas Imam Samman. Sehingga manaqib Syekh Samman juga sering dibaca berikut dzikir ratib Samman yang dibaca dengan gerakan tertentu. Di Palembang misalnya, ada 3 tokoh ulama thoriqoh yang pernah berguru langsung kepada Syekh Samman, mereka adalah: Syekh Abd Shamad, Syekh Muhammad Muhyiddin bin Syekh Syihabuddin dan Syekh Kemas Muhammad bin Ahmad. Di aceh juga terkenal apa yang disebut ratib Samman yang selalu dibaca sebagai dzikir.

Demikianlah sekilas sejarah Adanya Tasyawuf Di indonesia tentu saja bahasan ini sangat kurang lengkap dan tentunnya pihak yang berkompeten jauh lebih mengerti tatacara dan pelaksanaannya.

Semoga catatan singkat ini sedkit memberikan bahan pengetahuan dasar tentang Thoriqoh atau tasyawuf atau lebih spesifik adalah jalan Sufi.

Salam Ukhuwah

Latar Belakang Sosok Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf

 Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

AlFalah - Siapakah yang tidak kenal dengan sosok habib yang telah menciptakan sholawat yang terkenal dengan judul Ya hanana dan Al madad.. Pasti para muslim tau dong siapa dia. Yeah dia adalah Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

LatarBelakang - Habib Syech adalah anak dari 16 saudara, Ayahnya bernama Abdul Qodir bin Abdurrahman Assegaf dan ayahnya memberi nama syech jadi syech yang ada pada ia bukan gelar seorang guru, bahkan ia bukan guru juga, banyak orang yang memanggilnya syech abdul qodir assegaf, karena di kira ia adalah seorang guru.

     Ayahnya itu adalah seorang imam masjid assegaf yang ada di Solo,Jawa Tengah. Guru besarnya Habib Syech adalah Ayahandanya sendiri dan Ayahnya mengikuti Thoriqoh/Tasyawuf Al 'Alawiyyah dan habib syech meneruskan apa yang orang tuanya ikuti


          Dan Habib syech ber Manhajkan Syafi'i , dan begitu pula dengan ayah nya, dan aqidah beliau asy'ari dan beliau mengikuti Syufi'ah dari Al Imam Al Ghazali dan buku buku syufi yang diberikan oleh datuk datuk beliau.

          Dan Ayahnya meninggal pada keadaan sujud di dalam sholat jum'at dan posisi beliau sebagai Imamnya pas sujud terakhir beliau di cabut nyawanya di hari yang suci itu yaitu hari jumat

          Setelah Ayahanda beliau meninggal, Habib Syech mempunyai guru yaitu adik dari ayahandanya sendiri yaitu Al habib Ahmad bin abdurrahman Assegaf yang berasal dari yaman dan tokoh di solo yaitu Al habib Anis bin alwi Al Habsyi sohibbul maulid Simthudduror.

           Beliau mulai berdakwah di sekitaran rumah, dan beliau mempunyai sistim berdakwah yaitu menerima siapapun yang ingin ikut ke majelis karena anak anak muda pun ingin juga menjadi baik dan alhamdulillah mendakwah itu 75% didatangi anak-anak muda, dan yang datang di majelis itu adalah orang orang yang di jalan, yang biasanya anak anak muda tersebut masih menyukai lagu-lagu yang unfaedah biasa Kids Jaman Now hehe...

           Dan alhamdulillah beliau bisa berdakwah di dalam negeri maupun mancanegara, semoga apa yang saya tulis disini bisa diambil faedahnya :)

Berfantasi saat berhubungan badan

Assalamualaikumussalam
Ustadz Sigit, bagaimana hukumnya bila seorang suami ketika berjimak dengan istrinya tapi ia membayangkan sedang berjimak dengan wanita lain? Apakah ini termasuk dosa besar? Dan perbuatan zina?
Wassalamualaikumussalam
Waalaikumussalam Wr Wb
Tentunya setiap orang tidak bisa dicegah dan dilarang untuk berkhayal, terlepas apa dan bagaimana khayalan itu dikarenakan ia adalah sesuatu yang tanpa batas menghiasi pemikiran seseorang. Terkadang suatu khayalan bisa mendorong seseorang untuk lebih bersemangat didalam memburunya namun tidak jarang pula khayalan hanya sebatas hiasan fikiran yang tidak bisa terwujud.
Begitupula didalam bercinta, tidak jarang khayalan dibutuhkan untuk orang-orang tertentu dalam menambah gairah kenikmatan saat berhubungan dan memuaskan pasangannya, yang sering disebut dengan istilah fantasi seks.
Ada tiga macam fantasi yang sering menghiasi pemikirang orang-orang yang sedang bercinta dengan pasangannya :
  1. Berfantasi dengan tempat bercinta; artinya seorang yang sedang bercinta dengan pasangannya membawa fikirannya ke suatu tempat yang menurutnya bisa menambah gairah seksual didalam memberikan kepuasan kepada pasangannya. Suami atau istri membayangkan sebuah kamar di hotel berbintang dengan segala fasilitas didalamnya, vila yang mewah, desa yang indah, sebuah tempat di Eropa atau yang lainnya.
  2. Berfantasi dengan waktu dan suasana bercinta; artinya seorang yang sedang bercinta dengan pasangannya membayangkan bahwa mereka berdua sedang berada dalam suatu momen atau suasana terindah, seperti membayangkan bahwa ia sedang berada dalam suasana malam pertama pernikahan, liburan panjang di suatu pulau yang hanya ada mereka berdua saja, atau yang lainnya.
  3. Berfantasi dengan seseorang atau banyak orang dalam bercinta; artinya seorang yang sedang bercinta dengan pasangannya membayangkan bahwa dia sedang berhubungan dengan seorang wanita selain istrinya atau si istri membayangkan bahwa dia tengah berhubungan dengan laki-laki selain suaminya.
Untuk macam fantasi yang pertama dan kedua adalah boleh dan tidak dilarang menurut syari’at dikarenakan ia hanya mengkhayalkan tempat, waktu atau suasana.
Untuk macam yang ketiga para seksolog pada umumnya tidak melarang selama si suami atau si istri menyalurkan hasratnya kepada pasangannya yang sah meski dia membayangkan wanita atau lelaki lain. Bahkan hal ini mereka anggap sebagai sesuatu yang wajar dan normal bagi setiap manusia yang berhubungan untuk lebih menambah gairah bercintanya.
Para ulama telah berbeda pendapat dalam masalah seorang laki-laki yang membayangkan wanita yang diharamkan atasnya apakah dibolehkan atau dilarang. Jumhur ulama mengharamkan bagi seoang laki-laki yang membayangkan dirinya tengah bersenggama dengan wanita asing dikarenakan ini adalah penyimpangan fitrah. Efek yang bisa ditimbulkan darinya adalah bisa jadi orang itu akan meninggalkan istrinya pada masa yang akan datang. Demikian pula dengan seorang istri yang membayangkan seorang laki-laki yang bukan suaminya. (Al Falah Media)
Sebagian ulama berpendapat bahwa hal yang demikian termasuk dalam zina maknawi yang dibolehkan, karena mata kadang berzina dan zinanya adalah memandang yang diharamkan, akal kadang berzina dan zinanya adalah menikmati khayalan yang diharamkan.
Para ulama berbeda pendapat tentang seorang suami yang menggauli istrinya sambil membayangkan wanita lain, demikian pula seorang istri yang sedang digauli suaminya sedangkan dia membayangkan laki-laki lain :
Sebagian besar ulama mengatakan bahwa hal yang demikian adalah haram, ini adalah pendapat para ulama madzhab Hanafi, Maliki dan Hambali dan sebagian Syafi’i, bahkan sebagian dari mereka menganggap hal itu adalah bagian dari zina.
Ibnul Hajj al Maliki mengatakan,”…Jika seorang laki-laki melihat seorang wanita yang menarik hatinya, kemudian laki-laki itu mendatangi istrinya (jima’) dan membayangkan wanita yang tadi dilihatnya hadir dikedua bola matanya maka ini adalah bagian dari zina. Seperti halnya perkataan ulama kita terhadap orang yang mengambil segelas air dan membayangkan air itu adalah khamr yang akan diminumnya maka air itu berubah menjadi haram baginya.. Hal ini tidak hanya untuk kaum lelaki saja akan tetapi juga untuk para wanita bahkan lebih kuat lagi. Hal seperti ini bisa lebih sering terjadi pada wanita di zaman sekarang dikarenakan seringnya ia keluar rumah dan memandang orang lain. Apabila seorang wanita melihat seorang laki-laki yang menarik perhatiannya dan ketika dia berjima’ dengan suaminya dia membayangkan laki-laki yang dilihatnya tadi maka dia telah berzina.. kita meminta perlindungan kepada Allah..” (Al Madkhol)
Ibnu Muflih al Hambali mengatakan,”Ibnu ‘Aqil menguatkan hal ini didalam bukunya “ar Riayah al Kubro” yaitu seandainya seorang suami membayangkan seorang wanita yang diharamkan baginya tatkala berjima’ maka dia berdosa.”
Ibnu Abidin al Hanafi—setelah menyebutkan perkataan Ibnu Hajar al Haitamiy asy Syafi’i—mengatakan “Aku tidak melihat seorang dari kami (dari kalangan Hanafi) yang menentang hal ini, dan dia mengatakan didalam “ad duror”, “… karena membayangkan dia sedang mensetubuhi wanita asing adalah memvisualkan kemaksiatan secara langsung terhadap fisik wanita itu…”
Sebagian ulama Syafi’i mengharamkannya dengan mengatakan,”al Iroqi menyebutkan didalam “Thorhut Tatsrib” yaitu seandainya seorang laki-laki menyetubuhi istrinya sementara di fikirannya ia sedang menyetubuhi wanita yang diharamkan baginya maka ini adalah haram dikarenakan ia memvisualkan yang haram”
Wallahu A’lam
-Ustadz Sigit Pranowo Lc-

Keutamaan orang-orang yang susah


-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsyi-
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير
Yang kita hormati dan kita cintai guru-guru kita Al-Habib Nabil Al Musawa, Al-Habib Ja’far bin Muhammad Bagir Al-Atthos kita doakan semoga panjang umur dan di murahkan rezkinya, kemudian juga guru kita yang saat ini tidak bisa hadir karena kewajiban lain yaitu Habibanal Mahbub Al-Habib Muhammad Al-Bagir bin Alwi bin Yahya yang saat ini berada di samarinda. kita doakan mudah-mudahan panjang umur sehat wal afiyat, juga kepada Habib Ahmad Al-Idrus kita doakan panjang umur dan sehat wal afiyat, Ust. Abdussalam maupun para guru lainnya.
Alhamdulillah setelah kita bersyukur ke hadirat Allah sholawat dan salam kita haturkan untuk baginda Nabi besar Muhammad Saw. Lalu kemudian kita akan melanjutkan pelajaran kita dalam kitab Qutuful Falihin yang di karang oleh guru kita Sayyidil Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz semoga Allah panjangkan usianya, Allah sehatkan badannya, Allah kabulkan segala hajatnya dan senantiasa di kumpulkan oleh kita semua di dunia maupun akhirat Amin Ya Rabbal Alamin. Kita baca bersama Hadits yang ke
  1. عن أبي هريرة رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه و آله و سلم قال (إِنَّهُ لَيَأْتِي الرَّجُلُ الْعَظِيْمُ السَّمِيْنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَزِنُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ)متفق عليه
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya pada hari Kiamat nanti ada seorang laki-laki yang besar dan gemuk, tetapi ketika ditimbang di sisi Allah, tidak sampai seberat sayap nyamuk.” (Muttafaqun ‘Aleih)
إِنَّهُ( sesungguhnya) لَيَأْتِي الرَّجُلُ الْعَظِيْمُ ( pada hari kiamat nanti ada seseorang laki laki yang besar) السَّمِيْنُ (yang gemuk) يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَزِنُ (akan tetapi ketika di timbang di sisi Allah) لاَ يَزِنُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ (tidak sampai seberat sayap nyamuk)
Hadist ini berbicara tentang keutamaan orang-orang yang susah. keutamaan orang yang hidup di dunia dalam kesederhanaan. Makannya pas-pasan, pakaiannya seadanya, hidup di bawah garis kemiskinan, sehingga Rasul menunjukan keutamaan orang yang hidup di dunia susah. Al Falah Media
الْعَظِيْمُ dimana orang orang yang berkarakter hidup di dunia itu adzhim. Kalimat الْعَظِيْمُ ini artinya orang yang dahulu di dunia orang yang di agungkan. Baik dia presiden, atau Raja, atau keturunan Raja atau yang di kenali dengan orang yang paling kaya sekalipun, itu adalah kalimat ‘Adzhim. Nanti orang-orang yang ‘Adzhim di dunia di hari kiamat adalagi karakternya
Kata Nabi السَّمِيْنُ bukan yang di maksud gemuk saja. Kalau ada orang Kafir tidak pernah sujud kepada Allah badannya kurus kering timbangannya akan tetap masuk ke Neraka. السَّمِيْنُ yang di maksud di sini orang yang hidupnya di dunia penuh dengan kemewahan. Berada dalam gemerlap duniawi dan kecukupan yang sangat. Sehingga Nampak di makanan nya itu kalau dia makan satu meja padahal untuk dia sendiri bisa 5 sampai 10 jenis makanan. السَّمِيْنُ yang di maksud bukan gemuk akan tetapi boros. Buat pengeluaran isi perut nya itu tidak memikirkan orang-orang susah. Dia tidak tau tetangganya kelaparan. Ada orang yang belum makan dari pagi sampai sore dia tidak perduli. Sehingga dia tersibukan karena kemewahan sampai tidak beramal soleh. Itu yang di maksud السَّمِيْنُ. Ini orang yang macam itu di sebut dalam Hadist ini walaupun badannya besar walaupun berat timbangannya ketika di timbang di Mizan tidak lebih berat dari pada sayap nyamuk. (Al Falah Media)
Kalau kita berbicara condong soal makanan baginda Nabi kita Muhammad Saw pernah bersabda: semestinya cukup untuk anak Adam itu kalau dia makan sekedar membuat dia kuat untuk berdiri. Dalam perut manusia ini ada usus yang terhubung dengan lambung.
Dalam Hadist Rasul tidak ada tempat yang lebih buruk melebihi perut seorang yang di isi makanan terlalu penuh walaupun dari yang halal. Ukuran usus manusia yang menyimpan makanan dari mulai ujung sampai ujung dalam ilmu kedokteran ada 18 jengkal. 18:3= 6.
Dalam Hadist Rasul cukup bagi  anak Adam kalau dia makan  sepertiga buat Nasi sepertiga lagi buat Minum sepertiga lagi sisa nya buat nafas. Ini makan Minum Nafas kalau di isi di dalam usus kita jumlahnya 18 jengkal. Kalau kita makan lebih dua pertiga hanya untuk Nasi lalu Minum nya 1 gentong maka sudah penuh 18 jengkal isinya macam-macam makanan untuk nafas saja susah.
Sehingga Imam Al-Qurtubi beliau berfatwa haram orang makan berlebihan.
Al-Imam Al-Habib Ahmad bin Muhammad Al-Habsyi beliau itu ahli ilmu ahli ibadah. setelah sholat Isya, setelah Ba’diyah Isya beliau mulai baca Qur’an, mulai Zikir lalu di tutup dengan buka kitab. Kalau buka kitab sambil makan Kurma.
2 kalimat yang memberat kan timbangan di akhirat. Dua kalimat itu adalah Subhanallahi wabihamdi Subhanallahil ‘adzim.
Ada sahabat yang bernama Ibnu Mas’ud. Dia orang nya kecil. Beliau masuk ke rawa-rawa untuk mengambil seutas kayu untuk di jadikan Siwak oleh baginda Nabi kita Muhammad Saw. Di depan para sahabat Ibnu mas’ud mencari kayu akhirnya terhembus angin terbukalah pakaian bawahnya sehingga Nampak betisnyna Abdullah bin Mas’ud. Maka sahabat tertawa. Rasul langsung marah. Kenapa kalian tertawa? Apa yang membuat kalian tertawa? Mereka berkata wahai Rasul kita tertawa melihat kaki nya Ibnu Mas’ud orang nya kecil dan betisnya juga kecil. Lalu Nabi marah.
Dan Nabi bersabda demi jiwa ku yang berada di dalam genggaman Allah Swt. kalian jangan sepelekan itu kaki nya Ibnu Mas’ud. 2 betis kaki nya Ibnu Mas’ud di Mizan di timbangan hari kiamat 2 kaki itu lebih berat dari pada Gunung Uhud. Gunung Uhud itu dari ujung ke ujung agak ke merah merahan. Bentuk nya agak seperti onta. Gunung Uhud itu sangat luas. Kakinya Ibnu Mas’ud menyimpan pahala seberat Gunung Uhud.
Mudah-mudahan amal kita bagus, tubuh kita menyimpan amal pahala yang baik, sehingga kita menjadi orang –orang yang timbangannnya bagus di hari kiamat.
Oleh karena itu saya tidak berpanjang kalam kita kembali ke Hadist ini sesungguhnya patokan ibroh yang menjadi sandaran Hadist ini bukan badan. Bukan tubuh yang menjadi timbangan amalnya. Tetapi tentang amal-amal kita dan niat hati sanubari kita. Semakin banyak amal soleh kita, semakin jernih hati sanubari kita, itu bisa menjadi pemberat amal timbangan kita di yaumail mahsyar amin Ya Rabbal Alamin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tausiah Alhabib Umar bin Hafidz Di Istiqlal

-Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syekh Abu Bakar bin Salim-
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Allah Swt pemilik Arsy yang agung telah mengumpulkan kalian. Yang menciptkan langit dan Bumi telah memberikan Taufiq kepada kalian. Tuhan pencipta segala sesuatu telah memperdengarkan kalian. Allah tidak membutuhkan kita dan tidak membutuhkan apapun. Kita adalah Fuqoro yang dalam sesuatu hal perlu kepada Allah. Maka apa yang kalian bayangkan tentang Allah Swt jika memanggil kita orang-orang yang Miskin? Kira-kira apa yang Allah perbuat kepada para Fuqoro tersebut?
Dalam kekayaan Allah yang maha mutlaq dan kebutuhan kita yang Mutlaq akan datang pemberian dari zat yang maha Mutlaq. Di sebutkan di dalam Hadist tentang orang-orang yang berkumpul semata-mata karena Allah dan orang-orang yang berdoa kepada Allah saat mereka bangkit dari majelis tersebut di kumandangkan panggilan yang berbunyi bangunlah kalian dari majelis ini dalam keadaan dosa dosa kalian telah di ampuni oleh Allah dan kesalahan kalian di rubah menjadi kebaikan.
Mudah-mudahan Allah Swt pada malam hari ini memberikan hal tersebut kepada kita. Sungguh pada malam ini kita berkumpul semata-mata hanya menuju kepada Allah. Kita berkumpul pada malam hari ini ingin mendapatkan pemberian dari Allah. Kita berkumpul dalam merangka menjawab undangan Allah. Kita berkumpul untuk menyambut undangan dari Nabi Muhammad. Mana kala kita  berkumpul untuk Allah karena Allah pendapat kalian kira-kira bagaimana Allah akan menyambut kita semua?
Kita telah di janjikan olehAllah untuk mendapatkan Rahmat dan kita meminta ampunan kepada Allah agar betul-betul di berikan kepada kita. Namun kita berkumpul di dalam majelis kita bukan hanya demi kebaikan diri-diri kita pribadi saja namun kita membawa orang lain juga. Kita tau bahwa sesungguhnya Allah Swt sangat cinta untuk di berikan manfaat kepada hambanya. Allah Swt menyukai apabila kita menyampaikan kebaikan dan manfaat kepada sekalian hamba-hambanya.
Maka pada saat Allah Swt telah membukakan pintu tersebut kepada kita maka ingatlah bahwa kita berkumpul pada malam hari ini untuk orang tua kita, untuk anak-anak kita, untuk tetangga kita, untuk masyarakat kita, dan untuk mereka yang akan terlahir nanti dari sulbi kita. Dan kita memohon kepada Allah Swt berdoa untuk diri kita dan mereka semuanya. Dan kita berharap dari Allah untuk kita dan untuk mereka semuanya.
Di saat Anugrah Allah Swt tercurah maka kita tambahkan semua cita-cita dan harapan kita di dermaganya Allah. Dan kita akan mengangkat tangan-tangan kecil dan miskin kita kehadirat Allah. Dan kita berucap wahai Allah yang kami yakini dengan sanubari kami bahwasannya tidak ada tergerak satu makhluk pun juga melainkan dengan izin dan kehendak Allah. Engkau telah menggiring kami dan telah mengizinkan kami untuk meminta dan berdoa kepadamu.
Maka kami meminta kepada engkau agar engkau memperbaiki keadaan kami dan keadaan kaum Muslimin. Dan angkat kesedihan dan Musibah dari kami dan dari kaum Muslimin. Dan menolak bala, musibah dari kami dan semua umat beriman. Berikanlah kepada kami ya Allah apa yang telah engkau janjikan terhadap Rasul-Rasulmu. Dan besarkanlah bagian yang akan kau berikan kepada  kami dari berkat Anugrahmu dan juga Anugrah dari Rasulmu.
Wahai mereka yang telah berkumpul demi karena ingin mendapat Inayah dari Allah. Sungguh majelis kita ini telah panjang lebih dari pada waktu yang telah di tentukan. Dan sesungguhnya kemurahan yang Allah akan berikan lebih panjang dari waktu yang kita hadiri pada malam hari ini. Anugrah dan pemberian Allah dan kebaikan Allah Swt lebih panjang dari Majelis kita ini. Jika seandainya panjangnya Majelis kita pada malam hari ini masih memiliki waktu yang terbatas ketahuilah sesungguhnya pemberian Allah dan kedermawanannya Allah pada malam hari ini tidak akan pernah terbatas. Al Falah Media
Sungguh beruntung kalian karena bersimpuh di hadapan Allah. Kau telah memenuhi panggilan Allah. Pengikut siapakah kalian? Untuk siapa kalian berkumpul pada malam hari ini? Siapa yang kalian tuju? Siapa yang kalian harapkan? Apakah hubungan di dalam perkumpulan ini ada pada selain  Allah? Jika hal itu benar di hati kalian maka ketahuilah pertemuan pada malam hari ini adalah merupakan hakikat dari keimanan.
Sesungguhnya hubungan ini terkoneksi dengan rantai yang terkuat. Tali kecintaan dari Allah dan Rasul nya. Tali peneladanan terhadap Nabi Muhammad. Tali sahabat dan para Ahlul Bayt Nabi. Tali sunnah dan metode yang menghubungkan kita kepada Sayyidina Muhammad. Apakah ada tali yang lebih kuat dari pada hal-hal seperti ini untuk bersambung kepada Allah dan memiliki keagungan. Ketahuilah kalian berada di hadapan Allah.
Maka perbaikilah cara hadap kalian kepada Allah. Dan menuju kepada Allah dengan benar. Ingatlah saudara-saudara ku bahwa banyak sekali hati-hati Manusia yang ada di alam ini telah di hinakan oleh Allah dengan memiliki harapan pada selain Allah. Tetapi kalian pada malam hari ini di hati kalian di muliakan oleh Allah karena berharap kepada Allah Swt. Berapa banyak di muka bumi ini orang-orang yang bersimpuh di pintu-pintu nafsu mereka, di pintu-pintu orang yang bejad yang menjauh dari Allah Swt, di pintu-pintu kemaksiatan, dan di pintu-pintu Syaithon, dan di pintu-pintu makhluk namun kalian di muliakan oleh Allah dengan bersimpuh hanya di pintu nya Allah Swt.
Seandainya kalau bukan karena Rahmat dan kemulian dari Allah maka tidak aka nada hamba yang suci di hadapan Allah. Seandainya kalau bukan karena anugrah Allah yang Allah Swt curahkan kepada makhluknya niscahya tidak ada satu pun dari makhluknya yang dapat hadir atau melihat, atau mendengar, ataupun dia masuk kedalam tempat yang mulia ini.  Wahai orang yang hadir jangan lalai lah atas hadirmu pada saat ini. Al Falah Media
Kapan Allah menulis nama kalian hingga kalian dapat hadir di majelis ini? Hal itu telah di tetapkan oleh Allah kalian berkumpul pada malam hari ini sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Allah Swt telah mengistimewakan mata dan telingamu. Allah telah menentukan zat mu. Allah Swt telah menentukan kesehatan bagi mu dan juga kelapangan hingga engkau dapat hadir. Maka pujilah Allah dari hati kalian yang paling dalam.
Syukuri lah Allah dengan segala totalitasmu. Telah berkata Nabi Muhammad yang paling baik dalam bersyukurnya kepada Allah sesungguhnya kalimat Alhamdulillah akan memenuhi pahalanya tinbangan amal di akhirat. Pahala mengucap Hamdalah apabila dibagikan itu akan memenuhi timbangan-timbangannya Allah Swt dan timbangannya Allah lebih luasa dari pada langit dan bumi. Maka pastikanlah pujian kita kepada Allah.
Mengakui betapa lemahnya kita di dalam bersyukur kepada Allah. Di dalam merasakan itu maka rasakan bahwa kita butuh kepada Allah Swt sepanjang umur kita. Allah berfirman andaikan kalian bersyukur  niscahya akan aku tambah nikmat atas kalian. Maka berusahalah agar timbangan kita nanti di akhirat di penuhi dengan kebaikan-kebaikan. Marilah kita berucap Alhamdulillah….ucapkan dari lubuk hati kita Alhamdulillah…..
Dengan lisan kita dan ruh kita Alhamdulillah…. Dengan hati dan sanubari kita, Alhamdulilah dengan segenap apa yang kita miliki, sesungguhnya pujian syukur dan kemuliaan adalah milik Allah Swt. Nikmatilah kalian dalam memuji Allah. Niscahya Allah Swt akan memberikan kelezatan berupa Allah mengenalkan dirinya . maka hendaknya kita mengikuti Nabi kita. Dan kita memuji dan bersyukur kepada Allah.
Alhamdulillah….Alhamdulillah….Alhamdulillah…Alhamdulillah…Alhamdulillah….Alhamdulillah….Alhamdulillah…. Alhamdulillah….Alhamdulillah….Alhamdulillah…Alhamdulillah…Alhamdulillah….Alhamdulillah….Alhamdulillah….a’la Ni’matil Islam…jagalah nikmat Islam itu kepada kami Ya Allah…. Alhamdulillah… atas nikmatnya Iman jagalah nikmat Iman atas kami Ya Allah… dan tambahkan lah dari kami darinya. Alhamdulillah atas nikmat dapat berzikir untuk Allah. Maka tambahkanlah nikmat itu dari kami Ya Allah…dan sebutlah kami juga di alam yang paling tinggi. Alhamdulillah…atas nikmat Taufiq dan tambahkanlah kami dari Taufiqmu. Alhamdulillah…. Atas nikmat kesehatan dan tambahkanlah untuk kami Ya Allah…. Hidup kan kami dalam Afiyah. Mati kan kami dalam afiyah. Kumpulkan kami di padang Mahsyar dalam afiyah. Alhamdulillah…. Telah engkau jadikan kami sebaik-baik ummat. Maka jadikan kami dari kelompok terbaik dari ummat ini. Bangkitkan lah kami berada dalam kelompoknya. Alhamdulillah…engkau telah menjadikan Nabi yang engkau utus kepada kami kekasihmu Nabi Muhammad. Maka kuatkan sambungan kami kepada Nabi Muhammad dan tetapkan langkah kami di jalannya. Tambahkan rasa kecintaan kami kepadanya. Dan kumpulkan kami di barisannya. Muliakan kami kelak untuk bersama nya. Alhamdulillah… Alhamdulillah….Alhamdulillah….Alhamdulillah…Alhamdulillah…Alhamdulillah….Alhamdulillah….Alhamdulillah…. Alhamdulillah….Alhamdulillah….Alhamdulillah…Alhamdulillah…Alhamdulillah….Alhamdulillah….Alhamdulillah…dengan segenap pujian-pujian Allah, apa yang kita tau dan apa yang belum kita tau atas segala nikmat-nikmat Allah. Apa yang belum kami tau dan apa yang sudah kita tau.
Apabila ucapan Hamdalah kalian yang ada di lisan dan yang ada di hati dengan mengagungkan nikmat Allah Swt terhubung dengan sebuah niat dan tekad untuk menjalankan konsekuensi dari pada syukur nikmat tersebut yakni menjalankan tugas-tugas nya kepada Allah Swt maka akan makin sempurna anugrah dan nikmat Allah kepada kita. Untuk memberikan kebenaran dari pada kalimat pujian kita kepada Allah maka hendaklah kita harus jujur kepada Allah.
Dengan kalian masuk ketentaraan Allah di dalam membina nafsu kalian hingga nafsu itu menjadi Mutlaq tunduk patuh kepada Allah. Dengan demikian jadilah kalian sebagai tentara-tentara Allah di rumah-rumah kalian dan jangan biarkan hal-hal yang melanggar Allah masuk ke dalam rumah kalian. Jangan meninggalkan sholat 5 waktu, jangan meninggalkan zakat, jangan berbohong, jangan kalian durhaka kepada kedua orang tua, jangan memutus silaturrahim, jangan mengganggu tetangga, jangan memakan yang haram, jangan ada pandangan yang haram, ataupun memakai alat-alat elektronik yang di dalam nya terdapat pelanggaran kepada Nabi Muhammad.
Jadilah jadilah dan jadilah kalian tentara Allah di rumah-rumah kalian. Terangi rumah kalian dengan Al-Qur’an. Dan dengan sering menyebut nama Nabi Muhammad. Memperbanyak sholawat dan salam atas Nabi Muhammad. Menegakan syariat di tengah-tengah rumah kita. Masuklah kalian di dalam ketentaraan barisannya Allah Swt beserta sahabat-sahabat kalian. Ajaklah teman-teman kalian dan katakan kepada mereka jangan pernah menerima untuk menyianyiakan kebaikan .
Ingatlah, bahwasannya semangat dari pada Muassis Majelis ini Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawwa menginginkan setiap individu dari kita menyampaikan kebaikan kepada orang-orang yang masih belum Hadir kepada lingkungan keluarga dan masyarakatnya. Rasakanlah apa yang telah di alami dan di tanggung oleh Nabi di dalam permulaan hijrahnya dan kalian sekarang berada di dalam bulan Hijrah.
Betapa jauh betapa perjalanan yang di lakukan oleh Nabi Muhammad, perjalanan beliau yang demikian panjang kesulitan, tantangan yang beliau hadapi dan segala macam problem hingga beliau sampai ke kota Madinah. Kuatkan hubungan kalian dengan yang memiliki hirah ini dan masuklah di pintu yang besar. Wujudkan tekad kalian yakni menjauhi segala yang di larang oleh Allah. Telah berkata manusia yang mulia yang telah berhijrah Nabi Muhammad Saw orang yang berhirah adalah orang yang meninggalkan apa yang di larang oleh Allah.
Kalian dengan demikian membawa hakekat Islam dengan segala keindahan-keindahan Islam. Maka sebarkanlah Rahmat, kecintaan serta kelembutan kepada manusia. Hendaknya kalian berbuat baik bahkan kepada orang yang menjahati kalian. Apa yang menyebabkan Nabi Saw Hirah karena di tekan, lalu selanjutnnya Nabi Sholat dan di zolimi namun tetap mendoakan kebaikan untuk mereka, pada saat Nabi kembali lagi ke Mekkah dan mampu untuk membalas mereka Nabi justru memaafkan mereka .
Ada 4 perkara yang perlu kita laksanakan bersama-sama agar kalian menjadi pionir-pionir dalam membawa ke maslahatan bagi ummat. Allah telah menyebutkan hal itu di dalam Al-Qur’an. Allah memberitakan yang menjalankan 4 hal ini maka mereka adalah orang-orang yang sejati membela Allah. Allah telah menjanjikan bahwa dia pasti akan menolongnya. Allah Swt berfirman bahwasannya Allah akan menolong setiap orang yang membela Allah.
Sesungguhnya Allah maha kuat lagi maha perkasa. Siapa gerangan orang-orang yang membela dan menolong agama Allah? Mereka adalah orang-orang yang menolong Allah yang melakukan 4 hal ini.
  •  Mereka adalah orang-orang yang mana kala kami berikan mereka ketetapan di muka bumi dia mendirikan sholat.,
  • Dan menjalankan zakat
  • Dan merintahkan akan yang makruf
  • Dan mencegah dari yang Munkar
Ini lah mereka adalah orang-orang yang menolong Allah dan mereka akan di tolong oleh Allah. Di atas pertolongan itu Allah pun akan mengokoh kan langkah kaki mereka.. sebagaimana Allah katakan dalam ayat yang lain wahai orang yang beriman jika kamu menolong Allah maka Allah akan menolong kamu dan akan mengokoh kan langkahmu. Dan sesungguhnya di muka bumi ini penuh dan banyak dengan orang-orang  kafir yang menginginkan ke hancuran agama Islam ini dan orang-orang kafir tersebut merekapun juga beragam di antara mereka yang memang betul-betul menjahati dan menantikan ke hancuran Islam dan ingin merusak agama Islam dan sungguh orang-orang yang semacam itu Allah Swt menyatakan tentang mereka bahwasannya kesialan, kebinasaan dan kehancuran bagi orang-orang kafir semacam ini.
Kita berdoa kepada zat yang maha Rahman. Agar Allah Swt tidak jadikan di majelis kita satu pun juga agar mereka tidak bersama kita. Ataupun yang ada di rumah kita. Tidak lah mereka mencintai karena Allah. Melainkan Allah Swt jadikan dia sebagai pembela nya Allah yang hakiki dan yang sebenarnya. Jadikan kami orang yang menolongnya. Hingga Allah Swt menolong orang tersebut dan mengokohkan langkahnya.
Kokoh kan kepada kami prinsip tersebut. Hingga engkau dan Rasulmu menjadi yang paling kami cintai lebih dari apapun. Wahai zat yang melihat kepada hati jangan jadikan di dalam hati ini ada sesuatu yang lebih kami cintai lebih dari pada Allah dan Rasulnya. Jangan jadikan dalam hati kami satu apapun lebih kami cintai dari Allah dan Rasulnya. Jangan engkau jadikan di dalam hati kami Ya Allah sesuatu apapun juga bentuknya yang kami lebih cintai dari pada Allah dan Rasulnya.
Ucapkan bersama-sama Amin… Allah akan mengabulkan doa kita. Wahai yang maha pemurah, maka hendaknya kita bangkit keluar dari majelis ini Allah telah menyaksikan tekada dari lubuk hati kita untuk menjalankan 4 perkara ini. Siapapun yang bertekad untuk hal itu maka dia kelak akan berada dan berkumpul di bawah bendera kemuliaan  yaitu Nabi Muhammad. Orang-orang semacam ini mereka adalah sebab terwujudnya kemenangan dan kebaikan yang terbuka dengan berkat mereka di Indonesia, di Asia dan di seluruh Dunia.
Penghias penutup dari pada Majelis ini adalah taubat kita kepada Allah. Sesungguhnya sebab dari pada keburukan sebab dari pada seseorang terharamkan dari pada kebaikan semaunya gara-gara Maksiat kepada Allah. Maka kita berdoa kepada Allah., mengemis kepada Allah yang maha dermawan, agar semua dosa-dosa kita akan di balas ampunan oleh Allah. Yang kita ketahui ataupun yang tidaak kita ketahui. Dalam hal yang jelas ataupun yang rahasia.
Kita ucapkan bersama-sama Astaghfirullahal ‘Adzim….Astaghfirullahal ‘Adzim….Astaghfirullahal ‘Adzim….Alladzilaailaa ha illahu Al-Hayyul Qoyyum… Wan atubu ilaih… Min Jami’izzunub.. Wal Ma ‘asyi Wal  atsa…Bainana Wa Bainallah… Wa Bainana Wa Baina Ibadillah Wamin Jami’ima Ya’lamuhullah… berikan kepada kami hakekat Taubat. Jadikanlah itu Taubat yang benar dan yang nasuha. Dengan taubat itu suci kan hati, ruh dan badan kami.
Wahai yang maha pemurah, wahai yang maha penyayang, wahai yang maha penyayang, telah di sebutkan di dalam Aktsar barang siapa yang menyebut nama Ya Arhamarrohin( yang maha penyayang) sebanyak 3 kali maka Malaikat akan berkata sesungguhnya zat yang maha penyayang telah menghadap kepadamu. Dan mintalah Ya Arhamarrohin….Ya Arhamarrohimin…Ya Arhamarohimin…Farij ‘alal Muslimin…
ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ فَرِّجْ عَلَى الْمُسْلِمِينَ
يارب ضاق الخناق ۰۞۰ من فعل مالا يطاق
فامنن بفك الغلاق ۰۞۰ لمن بذنبه رهين
واغفر لکل الذنوب ۰۞۰ واستر لکل العيوب
واکشف لکل الکروب ۰۞۰ واکف أذی المؤذيين
ثم الصلاة والسلام ۰۞۰ علی شفيع الأنام
والآل نعم الکرام ۰۞۰ والصحب والتابعين
Ya Allah kenalkan kepada wajah-wajah ini satu sama lain esok berjumpa dan saling mengenali di hari kiamat di bawah naunganmu.
Ya Allah kenalkan wajah di antara satu dengan yang lain kelak di bawah naungan bendera Nabi Muhammad. Ya Allah perkenalkanlah wajah ini satu sama lain di telaganya Nabi Muhammad Saw. Ya Allah kenalkan wajah ini satu sama yang lain kelak di Surga. Di Surga di Surga …di saat kita memandang Allah Swt…di saat kita memandang Allah… dan muliakan nama-nama yang hadir di mala mini Ya Allah…muliakan telinga ini untuk mendengar seruan dari surga.
Aku telah halal kan keridhoanku padamu maka aku tidak akan marah kepadamu selamanya. Aku tempatkan ridhoku kepada kalian semua dan aku tidak akan murka dan marah kepada kalian semua selamanya. Mudah-mudahan Allah mendengarkan doa kita. Perdengarkan kami ucapan ini Ya Allah. Perdengarkan suara itu. Hadirkan kami bersama penghuni Surga esok, orang-orang yang baik, Ya Allah jangan haramkan satu telinga pun dari kami.
Perdengarkan kami semuanya dan kumpulkan semuanya. Ya Allah…. Ya Allah… seruhlah dengan keseruan katakan bersama-sama Ya Allah….Ya Allah….dan Allah mendengar kalian. Dan melihat kepada kalian dan menatap apa yang ada di hati kalian. Katakan Ya Allah… Ya Allah….Ya Allah….Ya Allah….Ya Allah….Insya Allah semua hajat terkabulkan oleh Allah. Di dunia dan di akhirat. Baik hajat yang kami sadari atau yang kami lupa.
Kabulkan untuk kami Ya Allah… kabulkanlah hajat kami, kabulkan untuk kami Ya Allah dan berikan kesehatan kepada yang memimpin Ta’mir Masjid ini. Sembuhkan seluruh penyakit kami. Sembuhkan hati kami, dan sembuhkan kami dari semua masalah, dari semua penyakit dan bala. Ya Allah Ya Allah…wahai yang mengetahui segala rahasia, Ya Arhamarrohimin… لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ jadikanlah ucapan kami terakhir di dunia  saat wafat) لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ) takdirkan kami kelak di akhirat bersama orang-orang yang sempurna dari orang yang ahli 
لا اله الا الله محمد رسول الله
Al Fatihah
Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Ada 2 Jenis Ibadah

12 November 2017
-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsyi-
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير
Yang kita hormati dan kita cintai guru-guru kita Al-Habib Ja’far bin Muhammad Bagir Al-Atthos kita doakan semoga panjang umur dan di murahkan rezkinya, kemudian juga Habibanal Mahbub Al-Habib Muhammad Al-Bagir bin Alwi bin Yahya kita doakan mudah-mudahan panjang umur sehat wal afiyat, juga kepada Habib Ahmad Al-Idrus kita doakan panjang umur dan sehat wal afiyat, Ust. Abdussalam maupun para guru lainnya
Alhamdulillah setelah kita bersyukur ke hadirat Allah sholawat dan salam kita haturkan untuk baginda Nabi besar Muhammad Saw. Lalu kemudian kita akan melanjutkan pelajaran kita dalam kitab Qutuful Falihin yang di karang oleh guru kita Sayyidil Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz semoga Allah panjangkan usianya, Allah sehatkan badannya, Allah kabulkan segala hajatnya dan senantiasa di kumpulkan oleh kita semua di dunia maupun akhirat Amin Ya Rabbal Alamin. Kita baca bersama Hadits yang ke 58
  1. عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و آله قال (الساعي على الأرملة و المسكين كالمجاهد في سبيل الله) و أحسبه قال (وكالقائم لا يفتر و كالصائم لا يفطر الساعي على الأرملة و المسكين كالمجاهد في سبيل الله) و أحسبه قال (و كالقائم الذي لا يفتر و كالصائم الذي لا يفطر) متفق عليه
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda “Orang yang mengurus janda dan miskin sama seperti mujahid di jalan Allah atau seperti orang yang shalat malam dan puasa di siang hari.” Dan sepertinya beliau bersabda : “atau seperti orang yang selalu sholat sepanjang malam tidak pernah lelah dan seperti orang yang berpuasa tidak pernah berbuka (sepanjang masa) Orang yang mengurus janda dan miskin sama seperti mujahid di jalan Allah” Dan sepertinya beliau bersabda “orang yang selalu sholat sepanjang malam tidak pernah lelah dan seperti orang yang berpuasa tidak pernah berbuka”(Muttafaqun ‘Aleih)
Hadirin-hadirat yang di rahmati oleh Allah, Hadist malam ini Hadist yang ke 58 dari pada kitab Qutuful Falihin dari Hadist Riyadushholihin Hadist yang di bawa oleh Imam Abu Hurairah. Yang sudah beberapa kali pernah dan telah kita kupas sejarahnya. Semoga Allah meridhoinya dan kita mendapatkan barokahnya Amin.
قال (Rasul telah bersabda,) الساعي ( orang yang mengurus) على الأرملة و المسكين (mengurus janda dan orang msikin) كالمجاهد في سبيل الله ( kata Nabi dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang jihad di jalan Allah) و أحسبه قال ( dan sepertinya beliau bersabda) وكالقائم لا يفتر ( seperti orang yang bertahjjud tapi tidak putus-putus, orang yang bertahhud tidak kenal lelah setiap malam) و كالصائم (dan seperti orang yang berpuasa ) لا يفطر ( yang tidak pernah berbuka sepanjang masa). HR. Imam Bukhori dan Imam Muslim. Hadist ke 58 malam ini saudara mudah-mudahan Allah berikan manfaat untuk kita bisa mengamalkannya. Al Falah Media
Yang mana baginda Rasul memberitahukan kepada kita tentang keutamaan kepedulian sesama Muslim. Terlebih utama kepada fakir Miskin. Bahkan dalam Hadist ini Hadirin dan Hadirat yang di rahmati oleh Allah Rasul seakan-akan menyamaratakan pahala orang yang mengurus, orang yang peduli, orang yang menolong, orang yang mempehatikan, kebutuhan dari kedua orang ini janda yang membutuhkan dan orang Miskin di sama ratakan pahalannya oleh Rasul seperti orang yang Jihad di jalan Allah Swt.
Bahkan kata Nabi pahalanya seperti orang yang Tahajud tidak kenal lelah. Dan seperti orang yang berpuasa sepanjang masa. Hanya mengurus kebutuhan, membantu, mengayomi, melindungi, menafkahi, memperhatikan, janda-janda yang membutuhkan dan orang Miskin mendapatkan keutamaan jihad di jalan Allah dan mendapatkan pahala Tahajud dan mendapatkan pahala puasa sepanjang masa.
Oleh karenanya melalui Hadist ini ada anjuran dari baginda Rasul untuk kita akan memberikan solusi kepada  mereka, menutupi kebutuhan mereka, menjaga kehormatan mereka, dan melazimi kemuliaan ini sepanjang masa walaupun rintangannnya sangat sulit. Ujiannya sangat berat. Dari mulai ujian hawa nafsu kita, demikian pengorbanan harta kita , jiwa raga kita, di dalam membantu mereka tetapi di balik itu ada ganjaran yang besar dari Allah untuk orang-orang yang mau peduli kepada mereka.
Hadirin dan Hadirat yang di rahmati oleh Allah. Di dalam Islam itu Amal soleh begitu banyak. Semua Amal soleh di nilai ibadah oleh Allah. Di nilai ibadah oleh Allah buakn hanya Tahajjud, bukan hanya bertasbih, bukan hanya sholawat, bukan hanya baca Qur’an, bukan hanya Qobliyah Ba’diyah Dhuha Witir Tasbih, Taubat Hajat Istikhoroh, termasuk ada nilai ibadah memberi makan binatang ada pahalanya. Memberi makan yang membutuhkan ada pahala. Memberikan pertolongan kepada janda-janda yang membutuhkan orang Fuqoro Masakin ada nilai pahalanya bahkan pahalanya seimbang, seukuran, dengan orang yang jihad di jalan Allah Swt.
 Saudara ibadah itu ada dua: ada ibadah yang manfaat untuk kita dan ada ibadah yang manfaat untuk orang lain. Mana yang lebih afdhol? Dua-duanya Afdhol dan tidak boleh di tinggal. Sholat untuk kita, puasa untuk kita, zakat untuk kita, haji untuk kita, Tahajjud untuk kita, itu ibadah untuk diri kita. Zuhur, asar, magrib, isya, subuh, tidak boleh kita tinggal. Tapi ada ibadah yang merupakan ibdah lebih Afdhol di balik ibadah yang tidak boleh kita tinggal. Yaitu ibadah manfaat untuk orang lain.
Contohnya yang ada di dalam Hadist ini. Sehingga melalui Hadist ini kita tau bahwa sesungguhnya Islam itu Indah. Kita sholat mendapatkan pahala, sedekah pun mendapatkan pahala. Apalagi kepada orang yang sangat membutuhkan dari pada kaum-kaum Du’afa dan Masakin termasuk para janda-janda yeng memiliki terutama anak-anak Yatim.
Kita lihat di dalam Hadist ini hal yang pertama yang keluar dari lisan Rasul الساعي على الأرملة و المسكين  orang yang pemerhati, orang yang memperhatikan, menolong, melindungi, membantu, mengayomi, mengurus, menafkahi kepada janda-janda dan orang miskin. Lihat Hadist Rasul kalimatnya  الساعي bukan Al-Munfiq. Atau bukan orang yang memberi uang. Kenapa? Karena ada kalanya orang bisa menolong tapi tidak punya uang. Makanya di sini kalimat nya الساعي yang menolong, memperhatikan. Tidak harus dengan uang. Mungkin dengan tenaga kita, mungkin dengan ilmu kita, mungkin dengan pikiran kita, mungkin dengan relasi kita, yang bisa menyampaikan kebutuhan mereka ini melalui relasi kita yang mempunyai uang. Yang mempunyai makanan, yang bisa membuat satu kelompok membuat iuran baik Mingguan atau bulanan, atau Tahunan.
Tapi kembali merujuk ke Hadist ini kalimatnya bukan Al-Munfiq tapi  الساعي (yang mengusahakan). Apalagi kalau dia menafkahi, apalagi kalau dia betul-betul mengeluarkan dari hasil jerih payah dia untuk mereka ini pahalanya lebih besar  lagi Amin Ya Rabbal Alamin.
Ibu bapak Hadirin dan Hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt. Kita tidak bisa menafkahi janda yang tua, yang membutuhkan, kita tidak bisa memperhatikan dengan harta kita untuk kebutuhan orang Miskin tapi kita di beri tenaga oleh Allah Swt, di beri akal oleh Allah, untuk bagaimana caranya mereka itu bisa memiliki apa yang menjadi kebutuhan lahiriah mereka. Itulah yang di maksud di dalam Hadist ini.
Saudara Hadirin dan Hadirat yang di rahmati oleh Allah. الساعي على الأرملة yang pertama kata Nabi pada الأرملة itu pada bahasa Indonesia nya janda. Kalau dalam bahasa Arabnya yaitu seorang perempuan yang di tinggal wafat oleh suaminya atau perempuan yang tidak ada menfkahi dirinya. Seorang wanita yang di tinggal wafat oleh sang suami dia menjaga Iddah 4 bulan 10 hari, hatinya hancur, di tinggal wafat. Tidak ada kebutuhan yang bisa dia beli ketika sang suami tidak meninggalkan apa-apa.
Tidak ada orang yang peduli padanya di balik kehancuran derita sanubarinya, dia memiliki anak, jiwanya lemah, dia butuh orang untuk memberikan nafkah untuk mereka dan anak-anaknya.
Tentunya dalam Islam yatim itu yang orang tuanya bapaknya meninggal sebelum dia baligh. dia harus ngurusin nih anak-anak yaitm, dia  menanti siapa orang yang akan membantu? Makanya Nabi memberikan tawaran kepada kita semua . pahalanya sangat besar seperti jihada di jalan Allah, seperti Tahajjud tak kenal putus, seperti puasa tak kenal henti, pahala dari Allah untuk orang yang mau peduli kepada mereka.
Sehingga kita di tawari dalam Hadist ini melalui jandan dan orang Miskin. Siapa itu Miskin? Imam Nawawi berkata Miskin itu bukan orang yang tidak punya kerjaan, Miskin itu seseorang yang mencari nafkah tapi tidak menutupi kebutuhannya. Pas-pasan, betul-betul minim. Dan Rasul paling cinta sama orang miskin. Sehingga kalau di hati kita ini ada kebencian terhadap orang miskin berarti kita tidak mengikuti akhlak nya Rasulullah. Karena Rasul paling cinta kepada orang Miskin.
Nabi itu bapaknnya anak Yatim. Bapak nya ibu-ibu yang janda. Kalau di undang dengan orang susah Nabi datang yang paling awal. Kalau ada pilihan permohonan, permintaan datang kepada Nabi dari orang kaya atau orang Miskin Nabi datang ke orang miskin sampai Nabi berdoa Ya Allah matikan saya dalam keadaan Miskin kelak di hari kiamat bangkit kan hamba bersama orang-orang miskin.
Dan kita ini Muslim bersaudara seperti satu tubuh. Kalau salah satu organ tubuh kita ini ada yang sakit seluruh tubuh akan merasakan derita. Muslim semua saudara kita. Kalau ada Muslim mengemis hati kita hancur sebenarnya. Kata Allah rendahkan dirimu untuk orang-orang Mukmin mencintai. Orang yang tidak punya kepedulian kepada orang Muslim di dalam urusan mereka dia tidak termasuk orang Muslim yang baik.
Saudara Hadirin-hadirat yang di rahmati oleh Allah. Tapi memang berbeda, berbeda orang Miskin zaman dahulu dengan orang Miskin zaman sekarang. Orang Miskin zaman dahulu lebih sulit, lebih berat, tapi mereka masih memiliki harga diri dan tidak mau mengemis.
Abuzar Al-Ghifari di Tanya oleh Rasul saya orang susah Ya Rasulullah, punya Istri? Punya. Punya anak? Punya. Punya Rumah? Punya. Kamu orang kaya. Orang sekarang punya Istri 3, punya anak 7, kontrakan 7 pintu, punya Mobil, punya Motor, masih ngemis setiap hari menjadi profesinya.
Dalam Hadist riwayat Bukhori Muslim orang Miskin yang mulia itu bukan yang mendapatkan 1 atau 2 butir kurma, bukan mencari 1 atau 2 suap makanan, orang Miskin yang mulia itu yang tidak mau mengemis padahal dia lagi butuh. Lalu bagaimana cara nya? Allah sebut dalam Qur’an: يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ (orang-orang yang bodoh menduga itu mereka orang-orang Miskin seperti orang kaya di karenakan mereka itu orang Miskin tapi tidak pernah mengemis). Jadi orang-orang bodoh menganggap mereka ini sudah cukup. Saking menjaga kehormatan diri nya tidak mau mengemis.
Berbeda dengan orang yang berakal. orang berakal melihat orang Miskin dari pakaianya, dari kehidupannya, dari rumahnya, dari kesehariannya orang yang berakal cukup melihat isyarat.
Sayyidatuna Aisyah pernah berkata: pernah datang seorang wanita kerumah saya, membawa 2 anak dan mengemis dan saya tidak punya apa apa selain 1 butir kurma lalu saya kasih, ketika di terima 1 kurma dan di belah jadi 2 lalu di kasih ke 2 anaknya. Dia tidak memakannya tapi di beri untuk ke 2 anaknya habis itu dia berdiri lalu dia pulang. Tidak lama kemudian Nabi datang, lalu saya menceritakan kejadiannya.
Lalu Rasul bersabda: barang siapa yang di beri ujian oleh Allah jadi janda, punya anak Yatim yang dia pelihara, lalu dia baik mengurusnya, demikian juga orang berlaku bijak kepada nyna, tidak mengusirnya, tidak menghardiknya, berlemah lembut kepadanya, balesannya perlindungan dari api neraka untuk orang itu. Makanya kita di suruh berbuat baik kepadanya.
         Bahkan Rasul pernah mengatakan Ya Allah saya nganggap dosa besar bagi orang-orang yang mampu jika hidup di dunia tapi tidak punya kepedulian kepada dua orang yang lemah( anak Yatim dan Janda).
Di sumpahi oleh Rasulullah Saw, anda punya uang, perut anda kenyang, anda tidak peduli dengan anak Yatim dan janda yang Miksin di katakan oleh para ulama orang itu terkena sumpahnya Nabi.
Jawaban akhir dari pada Hadist ini كالمجاهد في سبيل الل( seperti orang yang berjuang di jalan Allah). Bahkan kata Nabi seperti orang yang Tahjjud tidak pernah berhenti, seperti orang yang berpuasa tak putus-putus, kita tidak ada yang mampu melakukan ini, tidak mampu kita betul-betul jihad di jalan Allah, apalagi tahajjud setiap malam, puasa setiap hari tidak akan mampu, tapi melalui Hadist ini ada sesuatu jalan yang di kasih oleh Allah dan kemudahan buat kita. Pengen dapat pahala Jihad, pengen dapat pahala Tahjjud, pengen dapat pahala puasa perhatikan Janda-Janda dan kaum Dhuafa dan dari pada Masakin. Fadhilah nya besar.
Nabi kita Muhammad Saw beliau pernah bersabda dalam Imam Thabrani: tidak lah saya mengurusi saudara , Muslim saya perhatikan, saya tolong, saya bantu, saudara saya yang Muslim itu lebih saya sukai dari pada  itikaf di Masjid saya selama 1 bulan.
Nabi Ibrahim As. Setelah selesai membangun Ka’bah lalu Nabi Ibrahin  duduk di samping Ka’bah. Gembira, senang, tidak lama kemudian ada penegmis datang meminta-minta dan di beri oleh Nabi Ibrahim. Langsung turun dari wahyu Ilahi “Wahai Ibrahim kamu bikin orang yang lapar menjadi kenyang pahalanya lebih besar dari pada kamu membangun Ka’bah.
Ketika kita peduli dengan Hamba Allah, Allah akan peduli kepada kita. Ketika kita perhatian kepada ummat nya Nabi maka Nabi akan perhatian kepada kita. Kita menolong orang ingatlah bahwa sesungguhnya Allah akan menolong kita. Kita bikin senang orang ingat Allah akan bikin senang kita. Kita sayangi ummatnya Nabi Demi Allah Nabi bakal sayang dan cinta kepada kita. Apalagi dia dari keluarganya Rasulullah.
Yang Janda ini seorang Syarifah, yang Miskin ini seorang Sadah, yang kesusahan ini adalah ahlul Baitnya Rasulullah.ini Hadist umum, Jandanya Umum, orang Miskinnya umum, bagaimana jikalau yang susah itu Syarifah? Yang miskin itu keluarganya Rasulullah?
Di tulis di dalam kitab Irsyadul Ibad halaman 140, seorang Sadah yang kaya raya tidak lama kemudian meninggal dunia dan meninggal Janda dan anak-anak nya Syarifah-Syarifah. Setelah beberapa tahun kefakiran melanda rumah tangganya. Sudah tidak punya apa-apa, menjadi Yatim, ibunya menjadi janda, kefakiran kemiskinan buat makan saja susah. Karena malu ke negri itu dia pindah ke negri orang. Dia taro anak-anaknya di Musholla. dia pergi keluar Musholla ngemis dan pertama orang yang dia jumpai adalah orang Muslim yang kaya raya.
Dalam kitab lain pertama yang dia jumpai orang Alim. Beri saya air, beri saya makan, saya mengurusi anak-anak Yatim, saya orang susah, saya Janda, apa jawabannya? Mana bukti anda sebagai janda? Mana bukti anda kalau anda mempunyai anak yatim? lalu di usir. Maka dari kejauhan di perhatikan oleh orang Majusi. Lalu datang kepada orang Majusi, lalu di tanya oleh orang Majusi ada apa wahai Ibu? Saya Janda, anak saya kelaparan, kehausan saya taro di Musholla. Kalau begitu ikut kerumah saya, dia panggil Istrinya dia panggil putra putrinya urus ini janda dan anaknya, kasih makan sampai kenyang kasih pakaian yang bagus.
Tengah  malam, ini muslim yang kaya tidur bermimpi dengan Rasul dalam keadaan marah. Dalam mimpinya terjadi kiamat, Rasul menguasai alam saat itu dan di belakang Rasul ada istana. Maka Rasul mempersilahkan satu persatu masuk, tibalah Muslim itu ketemu Nabi, Wahai Rasul perbolehkan saya masuk kedalam Istanamu?, tidak boleh. Ini Istana khusus orang Muslim, aku Muslim Ya Rasul, mana bukti anda? Begitu juga pertanyaan yang kau berikan kepada anak cucuku yang kelaparan, kehausan datang kepadamu.
Bangun dia kaget lari, dia cari orang Majusi ini. Maka di ketuk pintu rumahnya keluarlah orang Majusi, ada apa? Apakah kamu di tamui janda dan anak-anak Yatim? Ia, boleh kah saya berjumpa? Tidak, mereka sedang istirahat. Saya ganti dengan duit 1000 dinar ambil kata si Muslim. Kata Majusi tidak, saya tidak butuh duit, saya telah mendapatkan apa yang saya mau, saya sudah mendapatkan Istana, kaget ini Muslim dia berkata Istana itu saya bermimpi Nabi khusus untuk orang Muslim. Kata orang Majusi begitu bangganya engkau dengan ke Islaman mu. Perlu kamu tau, tidaklah kami dan keluarga kami tadi malam tidur kecuali kami semua sudah masuk Islam melalui tangannya para Syarifah itu. Maka tidurlah kami di waktu malam kami berjumpa dengan Rasulullah. Apa kata Rasulullah, sebagaimana telah kau urusi anak cucuku maka kuberikan istana surga untuk mu dan keluargamu. Maka pergilah kamu. Maka pulanglah itu orang Muslim dalam keadaan hampa. Sementara orang Majusi di beri hidayah oleh Allah karena memperhatikan orang-orang yang susah, terlebih khusus anak cucu baginda Nabi kita Muhammad Saw.
Mudah-mudahan Allah lembutkan hati kita, Alllah berika kepada kita Ilmu yang bermanfaat.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Wasiat Dari Alimam Almurobbi Alhabib Umar bin Hafidz


Wasiat dari guru mulia ALIMAM ALMUROBBI ALHABIB UMAR BIN HAFIZH untuk membaca zikir2 dibawah ini setiap hari dg niat semoga Allah memberikan kelapangan untuk muslimin dan khususnya mengangkat segala kezoliman atas masjid alaqsha:
  حسبنا الله ونعم الوكيل. (450x)
 Hasbunallahu wani’mal wakiil (450x)


 وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ . (100x)
Wa ufawwidhu amrii ilallah innallaha bashiirum bil ‘ibaad (100x)


رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
 Robbanaa ighfirlanaa dzunuubanaa wa isroofanaa fii amrinaa wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qoumil kaafiriin (70x) 

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد الذي أسريت به من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى، وأعرجت به إلى السماوات العلا، وعلى آله وصحبه خير الملا، وعلى من تبعهم بإحسان وأيقظ قلوب المسلمين، ورد كيد أعدائك من اليهود المعتدين على بيت المقدس، وكل من والاهم من اهل الشر في الأرض وادفع شرهم وضرهم عنا وعن اهل لا إله إلا الله، وألهمنا رشدنا في كل حركة وسكون يا أرحم الراحمين. (10x)
Allahumma sholli wasallim ‘alaa sayyidinaa Muhammadin alladzii asroyta bihii minal masjidil haroomi ilal masjidil aqshoo wa a’arojta bihii ilas samaawaatil ‘ulaa wa ‘alaa aalihi wa shohbihii khoiril malaa wa ‘alaa man tabi’ahum bi ihsaanin wa ayqizh quluubal muslimiin, wa rudda kayda a’adaaika minal yahuudi almu’tadiin ‘ala baitil maqdis, wa kulli man waalaahum min ahlisy syarri fil ardhi wadfa’ syarrohum wa dhorrohum ‘annaa wa ‘an ahli Laailaahaillallah, wa alhimnaa rusydanaa fikulli harokatin wassukuun yaa Arhamarroohimiin. (10x)